
DR. VALENTINA SAGALA, S.E., S.H., M.H.
Dosen Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Jayabaya; Pendiri Institut Perempuan dan ALIANSI (Aliansi Aktivis Lingkungan)
Di berbagai negara di seluruh dunia, perempuan merupakan kelompok yang sangat besar dalam masyarakat miskin. Perempuan pedesaan di negara-negara berkembang sangat bergantung pada sumber daya alam setempat untuk mata pencaharian mereka, karena tanggung jawab mereka untuk mengamankan air, makanan, dan energi untuk memasak dan memanaskan ruangan. Dampak perubahan iklim, termasuk kekeringan, curah hujan yang tidak menentu, dan penggundulan hutan, membuat upaya pengamanan sumber daya ini menjadi lebih sulit. Dibandingkan dengan laki-laki di negara-negara miskin, perempuan menghadapi berbagai kerugian historis, yang meliputi keterbatasan akses terhadap pengambilan keputusan dan aset ekonomi yang memperparah tantangan perubahan iklim (Sesi ke-52 Komisi tentang Status Perempuan (2008) “Perspektif gender tentang perubahan iklim”).

