Founder

Valentina Sagala, S.E., S.H., M.H. adalah pakar, pejuang hak asasi manusia (HAM), advokat, penulis, peneliti, cerpenis, penyair, kolumnis, editor, dosen, berpengalaman lebih dari 25 tahun di dunia hukum, kebijakan, dan HAM.

Mengenal isu perempuan dan anak sejak duduk di bangku SMA SANTA URSULA Jakarta, tahun 1995, memulai aktivitas sosial sebagai relawan di Institut Sosial Jakarta dan Mitra Masyarakat Kota, yang memfokuskan diri pada isu perlindungan anak. Sejak itu memantapkan minat pengabdian pada isu perlindungan anak.

Menempuh pendidikan tinggi di dua universitas terbaik di Indonesia, yaitu Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Katolik Parahyangan (1996) dan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (1997), memberi kesempatan menjadi aktivis mahasiswa era 1998, termasuk menjadi Ketua USIK UNPAR dan anggota ALDERA (Aliansi Demokrasi Rakyat). Lulus dari Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Padjaran, melanjutkan studi hingga memperoleh gelar Magister Hukum dan Pascasarjana Universitas Padjdjaran. Saat ini adalah kandidat doktor hukum di salah satu perguruan tinggi.

Tahun 1998, mendirikan Institut Perempuan sebagai organisasi perempuan yang mengabdikan diri bagi penegakan hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas lainnya. Sejak itu pula menjadi Direktur Eksekutif, hingga kini menjabat Chairperson of Executive Board Institut Perempuan dan Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Institut Perempuan. Tahun 2013 menjadi Founder Seperti Pagi Foundation, yang memberi perhatian terhadap isu anak dan keluarga. Menjadi pendiri berbagai jaringan advokasi di tingkat nasional, serta aktif di berbagai jaringan regional dan internasional. Tahun 2020, menjadi salah seorang pendiri Perkumpulan Cinta Anak Dunia yang memfokuskan pada isu hak asasi perempuan dan anak.

Berpengalaman sebagai Senior Independent Expert/Advisor terkait hukum, kebijakan, dan HAM, di berbagai lembaga nasional (Kementerian/Lembaga, institusi penegak hukum, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan, universitas) maupun regional internasional (United Nations, lembaga internasional, kerja sama antar negara). Banyak diundang sebagai narasumber, trainer, termasuk di wilayah konflik di Indonesia maupun negara lain. Pernah menjadi Dosen di berbagai universitas, antara lain Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan dan Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Terlibat dalam berbagai advokasi peraturan perundang-undangan di Indonesia, antara lain UU Perlindungan Anak, UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, UU Perlindungan Saksi dan Korban, UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, UU Sistem Peradilan Pidana Anak, Amandemen UU Perkawinan, RUU Sistem Peradilan Keluarga, serta upaya mendorong rafitifikasi, pengesahan, dan pengundangan Konvensi-konvensi internasional hak asasi manusia menjadi Undang-Undang. Tahun 2019, ia diminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menjadi anggota Tim Ahli Panita Kerja Pemerintah untuk Pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Sejak tahun 2012, hingga akhir 2015 pernah menjadi Anggota Dewan Redaksi SINAR HARAPAN, salah satu koran legendaris tertua di Indonesia.

Berbagai tulisan, cerpen, puisinya dimuat di berbagai media massa dan jurnal, serta dibukukan. Pernah menjadi kolumnis di Pikiran Rakyat dan Sinar Harapan. Telah menulis puluhan buku, antara lain “Pelacur vs His First Lady?” (2004), “Percakapan tentang Feminisme versus Neoliberalisme” (2004) ditulis bersama Arimbi Heroepoetri, “Memberantas Trafiking Perempuan dan Anak” (2007), “Pergulatan Feminisme dan Hak Asasi Manusia” (2007) ditulis bersama Ellin Rozana, “Perlindungan Pekerja Rumah Tangga/Anak di Indonesia” (2008), “Tentang Cinta: Kumpulan Tulisan tentang Perempuan dan Anak” (2009), “Seperti Pagi” (2013), “Ketika Negara Mengatur Kekerasan Seksual” (2020), “100 Tanya Jawab Seputar Kekerasan dan Pelecehan Berbasis Gender di Dunia Kerja” (2020), “Pada Sebuah Pagi: Kumpulan Cerita Pendek” (2020), “Ribut-Ribut Negara Mau Mengatur Keluarga?: Analisis Hukum terhadap Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga” (2020), “Kedudukan Hukum Pekerja Rumah Tangga dalam Hubungan Kerja dengan Majikan di Indonesia” (2020), dan “Cinta Itu Bukan Luka: Rahasia Terbebas dari Toxic Relationship” (2020). Buku Pidato Kebudayaan yang ditulisnya, berjudul “Rasa Cinta (dan Pikir Cinta)” terbit Agustus 2011, diterjemahkan dalam bahasa Inggris “Sense of Love (and Thoughts of Love)”.

Ia telah menerima beberapa penghargaan baik nasional maupun internasional, salah satunya N-Peace Award 2013, sebuah penghargaan internasional bergengsi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa