Founder

Valentina Sagala, S.E., S.H., M.H. adalah pakar, pejuang hak asasi manusia (HAM), advokat, penulis, peneliti, cerpenis, penyair, kolumnis, editor, dosen, berpengalaman lebih dari 25 tahun di dunia hukum, kebijakan, dan HAM. Tahun 1998, mendirikan Institut Perempuan sebagai organisasi perempuan/feminis yang mengabdikan diri bagi penegakan hak perempuan, anak, dan kelompok minoritas lainnya. Sejak itu pula menjadi Direktur Eksekutif, hingga kini menjabat Chairperson of Executive Board Institut Perempuan, Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Institut Perempuan, dan Founder Seperti Pagi Foundation.

Berpengalaman sebagai Senior Independent Expert/Advisor terkait hukum, kebijakan, dan HAM, di berbagai lembaga nasional (Kementerian/Lembaga, institusi penegak hukum, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan, universitas) maupun regional internasional (United Nations, lembaga internasional, kerja sama antar negara). Banyak diundang sebagai narasumber, trainer, termasuk di wilayah konflik di Indonesia maupun negara lain. Pernah menjadi Dosen di berbagai universitas, antara lain Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan dan Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Tahun 2019, ia diminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menjadi anggota Tim Ahli Panita Kerja Pemerintah untuk Pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Berbagai tulisan, cerpen, puisinya dimuat di berbagai media massa dan jurnal, serta dibukukan. Pernah menjadi kolumnis, sekaligus anggota Dewan Redaksi SINAR HARAPAN. Bukunya yang terbit antara lain “Pelacur vs His First Lady?” (2004), “Percakapan tentang Feminisme versus Neoliberalisme” (2004) ditulis bersama Arimbi Heroepoetri, “Memberantas Trafiking Perempuan dan Anak” (2007), “Pergulatan Feminisme dan Hak Asasi Manusia” (2007) ditulis bersama Ellin Rozana, “Perlindungan Pekerja Rumah Tangga/Anak di Indonesia” (2008), “Tentang Cinta: Kumpulan Tulisan tentang Perempuan dan Anak” (2009), “Seperti Pagi” (2013), “Ketika Negara Mengatur Kekerasan Seksual” (2020), “100 Tanya Jawab Seputar Kekerasan dan Pelecehan Berbasis Gender di Dunia Kerja” (2020), “Pada Sebuah Pagi: Kumpulan Cerita Pendek” (2020), “Ribut-Ribut Negara Mau Mengatur Keluarga?: Analisis Hukum terhadap Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga” (2020), “Kedudukan Hukum Pekerja Rumah Tangga dalam Hubungan Kerja dengan Majikan di Indonesia” (2020), dan “Cinta Itu Bukan Luka: Rahasia Terbebas dari Toxic Relationship” (2020). Buku Pidato Kebudayaan yang ditulisnya, berjudul “Rasa Cinta (dan Pikir Cinta)” terbit Agustus 2011, diterjemahkan dalam bahasa Inggris “Sense of Love (and Thoughts of Love)”.

Ia telah menerima beberapa penghargaan baik nasional maupun internasional, salah satunya N-Peace Award 2013, sebuah penghargaan internasional bergengsi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa