CINTA ITU BUKAN LUKA : Rahasia Terbebas dari Toxic Relationship

Karya R. Valentina Sagala

  

Tentang Buku:

Spesifikasi: 14,8 x 21 cm; 227 halaman

ISBN: 978-623-94333-1-4

Penerbit: Yayasan Institut Perempuan. Seluruh hasil penjualan didonasikan ke Institut Perempuan.

 

“CINTA ITU BUKAN LUKA: Rahasia Terbebas dari Toxic Relationship” adalah buku yang ditulis oleh R. Valentina Sagala, pakar, pejuang hak asasi manusia (HAM), advokat, penulis, peneliti, yang berpengalaman lebih dari 25 tahun di dunia hukum, kebijakan, HAM, gender, dan perlindungan anak.

Perempuan dan anak rentan mengalami kekerasan dalam relasi intim, baik pacaran, maupun dalam perkawinan. Anak/remaja yang mulai mengenal cinta juga perlu edukasi tentang apa yang dimaksud kekerasan dalam pacaran, termasuk aspek hukum. Misalnya, masyarakat baru-baru ini diramaikan soal pornografi, kekerasan online, dsb.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) pada tahun 2016 untuk mengetahui informasi mengenai pengalaman hidup perempuan yang mengalami kekerasan dengan usia 15 tahun keatas. Diketahui sebanyak 33,4% perempuan usia 15-64 tahun telah mengalami kekerasan fisik dan/atau kekerasan seksual selama hidupnya, dengan jumlah kekerasan fisik sebanyak 18,1% dan kekerasan seksual 24,2%. Tingkat kekerasan baik secara fisik dan seksual yang dialami perempuan belum kawin yaitu sebesar 42,7%. Kekerasan seksual paling banyak dialami perempuan yang belum kawin yaitu 34.4%, lebih besar dibanding kekerasan fisik yang hanya 19.6%. Angka tersebut membuktikan bahwa masih banyak perempuan yang belum kawin menjadi korban kekerasan.

Simfoni PPA 2016 menyebutkan, dari 10.847 pelaku kekerasan sebanyak 2.090 pelaku kekerasan adalah pacar/teman. Ketika pandemi Covid-19 terjadi, kasus-kasus kekerasan dalam pacarana dan relasi intim lain tidak berkurang. Sebaliknya kasus-kasus seperti kekerasan seksual online, pornografi, maupun kekerasan dalam rumah tangga muncul ke permukaan. Di sinilah pentingnya Buku “CINTA ITU BUKAN LUKA”.

Buku ini ditujukan mengedukasi pembacanya tentang apa itu kekerasan dalam pacaran atau relasi intim lainnya, termasuk mencegah anak-anak tidak menjadi korban kekerasan dalam pacaran. Buku ini membuka rahasia sangat penting untuk siapapun, terutama perempuan, yang merasakan dan mengalami pengalaman berada dalam toxic relationship alias hubungan tidak sehat yang sarat kekerasan. Juga untuk mereka yang berada dalam relasi dan terbersit dalam pikiran untuk “melihat” kembali relasi yang tengah dijalani, atau yang tengah berjuang untuk bebas dari kekerasan dalam pacaran. Atau yang menyaksikan, melihat, mendengar kisah pedih orang-orang di sekitar, dan ingin membantu mereka terlepas dari situsi buruk yang mengatasnamakan cinta.

Terdiri dari lima Bab, buku ini membahas: (Bab I) Mengenal Toxic Relationship; (Bab II) Kekerasan Dalam Pacaran; (Bab III) Gender, Seksualitas, dan Kekerasan Terhadap Perempuan; (Bab IV) Aspek Hukum Kekerasan Dalam Pacaran; (Bab V) Bebas Dari Toxic Relationship.

Selain aspek hukum kekerasan yang membahas misalnya soal pornografi, risiko merekam diri telanjang di depan kamera, kekerasan fisik dalam pacaran, bullying online, dan lain sebagainya, keunikan buku ini adalah dilengkapi dengan panduan self-love dan kontak layanan pendamping perempuan dan anak korban di seluruh Indonesia.

Untuk Wawancara & Memperoleh Buku, kontak: 0816-1919-055

Tentang Penulis: R. Valentina Sagala, S.E., S.H., M.H., adalah pakar, pejuang hak asasi manusia (HAM), advokat, penulis, peneliti, cerpenis, penyair, kolumnis, editor, dan dosen, yang berpengalaman lebih dari 25 tahun di dunia hukum, kebijakan, HAM, gender, perlindungan anak, migrasi dan perdagangan orang. Menjadi senior independent expert (advisor) di berbagai lembaga nasional (kementerian/lembaga, institusi penegak hukum, LSM, perusahaan, universitas) maupun regional-internasional (United Nations, lembaga internasional, kerjasama antar negara). Penulis puluhan buku. Telah banyak mendapat penghargaan, salah satunya N-Peace Award 2013 dari United Nations. Tahun 2019-2020 menjadi Tim Ahli Pemerintah untuk RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. (https://www.institutperempuan.or.id/founder/ )