Suara Perempuan Harus didengar…


Diskusi Hari Perempuan International ”Suara Perempuan Harus didengar…..” Dalam rangka memperingati Hari Perempuan International 8 Maret 2008, Jamaah Perempuan Kalimekar (JPK) Cirebon mengadakan diskusi publik di Kantor Kuwu Desa Kalimekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. Diskusi ini mengambil tema Aktualisasi Peran Perempuan Masa Kini. Kegiatan ini juga diikuti oleh Organisasi perempuan yang ada di Jawa Barat Cirebon, Indramayu, dan kuningan. Dalam sambutan Caswati, Sekretaris Desa Kalimekar, mewakili Ibu Sumarni Ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Kalimekar mengatakan menyambut baik adanya diskusi publik berkaitan Hari Perempuan International. Acara diskusi ini menjadi pembelajaran buat ibu-ibu untuk berlatih berbicara dan mengemukakan pendapat di forum. Selain itu PKK juga membuka kerjasama untuk organisasi perempuan yang aktif khususnya di Kalimekar dalam program pemberdayaan perempuan. Sementara itu Masiah Ketua JPK mengungkapkan dalam acara diskusi ini juga mengenalkan komunitas tergolong baru yang intens terhadap isu-isu perempuan yang ada di Kalimekar. JPK sendiri perkumpulan yang anggotanya kebanyakan perempuan yang bekerja di luar negeri. “Kami juga akan memperjuangkan ibu-ibu di sini yang bekerja di luar negeri dan mempunyai kasus seperti halnya gaji tidak dibayar, kehilangan kontak ataupun yang mengalami kekerasan fisik,” terangnya. Di lain sisi Ellin Rozana Direktur Eksekutif Institut Perempuan menerangkan hendaknya moment Hari Perempuan Internasional dijadikan sebuah kegiatan perjuangan bagi para kaum perempuan. “Saya menginginkan nantinya di Kalimekar akan muncul Kartini-Kartini baru ataupun Dewi Sartika,” tandasnya. Dra. Yuningsih Ketua Fatayat Kecamatan Gebang menegaskan adanya kegiatan diskusi ini menjadikan tonggak bahwa perempuan harus maju dan memiliki kesetaraan dengan laki-laki. “Suara perempuan harus di dengar dalam membuat kebijakan pemerintah baik saat mereka berada di rumah (peran domestik) atau mereka yang berperan dalam sektor publik,” tuturnya. Yuningsih juga menambahkan organisasi perempuan khususnya di Kalimekar memiliki potensi yang lebih dibandingkan desa lainnya di Kecamatan Gebang. Kegiatan jamaah fatayat yang paling aktif berada di desa kalimekar. Yuningsih berharap potensi ini harus digali dan dikembangkan untuk pergerakan perempuan. Pada diskusi ini isu-isu yang dibahas oleh peserta meliputi Trafficking, buruh tani perempuan, budaya patriarki dan bentuk-bentuk ketidakadilan yang dialami kaum perempuan. Akidah salah satu peserta dari PKK Kalimekar menjelaskan buruh tani di wilayah Kalimekar masih mendapatkan gaji yang berbeda dibandingkan dengan laki-laki. “Perbedaan gaji ini disebabkan laki-laki menanggung beban berat dibandingkan perempuan. Laki-laki biasanya mencangkul tetapi untuk jam kerja buruh tani sama,” ceriteranya. Diskusi Hari Perempuan International ”Suara Perempuan Harus didengar…..” Dalam rangka memperingati Hari Perempuan International 8 Maret 2008, Jamaah Perempuan Kalimekar (JPK) Cirebon mengadakan diskusi publik di Kantor Kuwu Desa Kalimekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. Diskusi ini mengambil tema Aktualisasi Peran Perempuan Masa Kini. Kegiatan ini juga diikuti oleh Organisasi perempuan yang ada di Jawa Barat Cirebon, Indramayu, dan kuningan. Dalam sambutan Caswati, Sekretaris Desa Kalimekar, mewakili Ibu Sumarni Ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Kalimekar mengatakan menyambut baik adanya diskusi publik berkaitan Hari Perempuan International. Acara diskusi ini menjadi pembelajaran buat ibu-ibu untuk berlatih berbicara dan mengemukakan pendapat di forum. Selain itu PKK juga membuka kerjasama untuk organisasi perempuan yang aktif khususnya di Kalimekar dalam program pemberdayaan perempuan. Sementara itu Masiah Ketua JPK mengungkapkan dalam acara diskusi ini juga mengenalkan komunitas tergolong baru yang intens terhadap isu-isu perempuan yang ada di Kalimekar. JPK sendiri perkumpulan yang anggotanya kebanyakan perempuan yang bekerja di luar negeri. “Kami juga akan memperjuangkan ibu-ibu di sini yang bekerja di luar negeri dan mempunyai kasus seperti halnya gaji tidak dibayar, kehilangan kontak ataupun yang mengalami kekerasan fisik,” terangnya. Di lain sisi Ellin Rozana Direktur Eksekutif Institut Perempuan menerangkan hendaknya moment Hari Perempuan Internasional dijadikan sebuah kegiatan perjuangan bagi para kaum perempuan. “Saya menginginkan nantinya di Kalimekar akan muncul Kartini-Kartini baru ataupun Dewi Sartika,” tandasnya. Dra. Yuningsih Ketua Fatayat Kecamatan Gebang menegaskan adanya kegiatan diskusi ini menjadikan tonggak bahwa perempuan harus maju dan memiliki kesetaraan dengan laki-laki. “Suara perempuan harus di dengar dalam membuat kebijakan pemerintah baik saat mereka berada di rumah (peran domestik) atau mereka yang berperan dalam sektor publik,” tuturnya. Yuningsih juga menambahkan organisasi perempuan khususnya di Kalimekar memiliki potensi yang lebih dibandingkan desa lainnya di Kecamatan Gebang. Kegiatan jamaah fatayat yang paling aktif berada di desa kalimekar. Yuningsih berharap potensi ini harus digali dan dikembangkan untuk pergerakan perempuan. Pada diskusi ini isu-isu yang dibahas oleh peserta meliputi Trafficking, buruh tani perempuan, budaya patriarki dan bentuk-bentuk ketidakadilan yang dialami kaum perempuan. Akidah salah satu peserta dari PKK Kalimekar menjelaskan buruh tani di wilayah Kalimekar masih mendapatkan gaji yang berbeda dibandingkan dengan laki-laki. “Perbedaan gaji ini disebabkan laki-laki menanggung beban berat dibandingkan perempuan. Laki-laki biasanya mencangkul tetapi untuk jam kerja buruh tani sama,” ceriteranya.

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
“DPRD Jabar Mengesahkan Usul Prakarsa Raperda tentang Pencegahan dan Penanganan Orang menjadi Prakarsa DPRD”
Penerimaan Relawan

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Type your comment here. bagaimana kalau kita kerja sama dengan pemberdayaan perempuan yang ada di aceh