UU Trafficking Bisa Mubazir


Radar Bandung, Jumat 27 April 2007

 

Ciumbuleuit-Pemberantasan penjualan orang atau trafficking sudah memiliki payung hukum. Yakni dengan lahirnya undang-Undang No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Trafficking. Cuma aja, UU tersebut bisa sia-sia atau mubazir bila persoalan mendasar trafficking tidak segera ditangani.

            Praktisi huku Agustinus Pohan mengungkapkan hal itu ketika menjadi pembica pada peluncuran dan diskusi buku “Memberantas Trafiking Perempuan dan Anak” di kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), kemarin. Bagi dia, anggapan bahwa trafficking bisa diselesaikan dengan UU merupakan kekeliruan.

            Namun begitu, dia membenarkan UU tersebut mempersempit ruang gerak pelaku. Lebih dari itu, dia menganggap trafficking sebagai masalah kompleks. Karena itu, membutuhkan penanggulangan secara menyeluruh.

            Untuk memberantas trafficking, saya lebih cenderung untuk membereskan akar permasalahannya. Sebut saja misalnya kemiskinan dan kurangnya pendidikan. Kalaupun produk hukumnya bagus tetapi akar permasalahannya dibiarkan, saya kira tidak akan berhasil,” katanya.

            Hal serupa dikemukakan Ellin Rozana, peneliti trafficking dari Institut Perempuan. Menurutnya, trafficking bisa disebabkan beberapa faktor. Antara lain kurangnya lapangan pekerjaan, adanya iming-iming gaji tinggi, dan kurangnya pendidikan.

            “Gaji bisa menyebabkan orang terjebak trafficking. Para pelaku mengiming-iminginya dengan imbalan yang tinggi agar mau bekerja di luar negeri,” ujarnya.

            Budaya patriarki juga dianggapnya masih menjadi salah satu penyebab trafficking. Kasus ini tampak dominan di pedesaan.

            “Ideologi ini masih meletakkan lelaki sebagai pemilik kekuasaan. Sehingga, perempuan tidak bisa berbuat apa-apa ketika suaminya menyuruh bekerja di luar negeri,” tuturnya.

            Sejauh ini, dia menilai peranan pemerintah dalam pemberantasan trafficking masih sangat kurang. Hal ini berdasarkan penelitiannya ketika melakukan penelitian di wilayah jabar, khususnya di Indramayu dan Cirebon. (dni)

 

 

***

 

 

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Raperda Jawa Barat Penanggulangan Perdagangan Orang
Sindikat Perdagangan Manusia Ditangkap

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!