Pembentukkan KOMPAK (Komisi Anti Perdagangan Perempuan dan Anak Kertawirama)


Oleh : Ria Permana Sari
INSTITUT PEREMPUAN-Bandung: Tingginya tingkat trafiking dan banyaknya buruh migran dari daerah Jawa Barat telah menjadikan banyak perempuan dan anak menjadi korban. Oleh karena itu, sosialisasi kepada masyarakat mengenai trafiking akan memberikan pemahaman yang benar mengenai trafiking sehingga masyarakat akan lebih waspada, dan menjadi bagian dari usaha pencegahan trafiking.

Hal tersebut yang kemudian mendorong kepedulian perempuan-perempuan di Desa Kertawirama, Kabupaten Kuningan untuk berkumpul dan mensosialisasikan trafiking kepada masyarakat. Dalam rangka peringatan hari anti trafiking anak yang jatuh pada tanggal 12 Desember 2007, pada tanggal 13 Desember dilakukan pemutaran film mengenai trafiking anak. Acara pemutaran film yang dilanjutkan dengan diskusi yang difasilitasi oleh INSTITUT PEREMPUAN kemudian dilanjutkan dengan pembentukkan kelompok.

Dalam pertemuan tersebut disepakati nama kelompok tersebut adalah KOMPAK, Komisi Anti Perdagangan Perempuan dan Anak Kertawirama. Kelompok ini sendiri bertujuan untuk mencegah trafiking, membantu perempuan dan anak, dan mempererat persaudaraan. Sri Heryatin terpilih sebagai ketua KOMPAK. Kelompok ini selanjutnya akan aktif untuk mensosialisasikan trafiking serta perlindungan hak perempuan dan anak di desa Kertawirama. Hal ini penting mengingat cukup banyaknya perempuan di Kertawirama yang berangkat sebagai buruh migran, serta rendahnya pendidikan anak (perempuan) yang telah menyebabkan banyak anak perempuan menjadi pekerja anak. Hal ini tentu saja menyebabkan mereka rentan terhadap trafiking. Melalui diskusi tersebut, ditemukan ada beberapa kasus yang ditemui di desa tersebut, termasuk pemalsuan dokumen.

Melalui pertemuan tersebut, masing-masing anggota berkomitmen untuk melakukan sosialisasi mengenai trafiking di keluarga dan lingkungannya. Sehingga nantinya masyarakat mengetahui apa itu trafiking serta bagaimana bermigrasi yang aman. Kurangnya informasi mengenai hal tersebut, tentu saja akan menyebabkan banyak perempuan dan anak yang menjadi korban trafiking. “Permasalahan yang biasa dihadapi adalah, kurangnya sosialisasi mengenai trafiking kepada masyarakat terutama yang berada di desa-desa. Oleh karenanya perlu ada sosialisasi yang kontinue kepada masyarakat pedesaan, sebagai upaya pencegahan terhadap trafiking,” kata Ria, INSTITUT PEREMPUAN.

Keinginan dari perempuan-perempuan tersebut untuk berkumpul dan melakukan sesuatu untuk melindungi perempuan dan anak di desanya, terutama berkaitan dengan masalah trafiking adalah suatu hal yang menggembirakan. Langkah ini tentu saja diharapkan akan memberi kontribusa terhada upaya pencegahan trafiking. (*)


Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
UNDANG-UNDANG HANYA LANGKAH AWAL PEMBERANTASAN TRAFIKING
Pentingnya Sosialisasi Trafiking kepada Anak-anak

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!