Pentingnya Sosialisasi Trafiking kepada Anak-anak


Oleh: Ria Permana Sari

INSTITUT PEREMPUAN-Bandung: Dalam rangka 18 hari kampanye anti kekerasan terhadap perempuan, INSTITUT PEREMPUAN bekerja sama dengan paguyuban Kemuning (Komunitas Keluarga Buruh Migran Kuningan) mengadakan lomba cerdas cermat tingkat SD dan lomba baca puisi untuk ibu-ibu. Lomba yang diselenggarakan di SD Negeri Babakanmulya II tersebut diikuti oleh 4 Sekolah Dasar serta ibu-ibu dari Desa Sidamulya dan Babakanmulya, Kuningan.

Maryati, anggota Paguyuban Kemuning dalam sambutannya mengatakan pentingnya melakukan sosialisasi trafiking terhadap anak-anak, selain sosialisasi terhadap orang dewasa. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya trafiking anak. Melalui perlombaan ini diharapkan wawasan anak-anak mengenai trafiking bertambah serta memotivasi anak untuk lebih giat belajar, karena pendidikan dapat menghindarkan anak dari bahaya trafiking.

Jawa Barat sebagai daerah dengan tingkat trafiking yang cukup tinggi, sudah seharusnya melakukan sosialisasi tentang trafiking hingga ke tingkat desa bahkan hingga ke sekolah-sekolah. Sosialisasi tentang trafiking kepada anak-anak, akan memberikan pemahaman yang baik mengenai trafiking sehingga mereka bisa terhindar dari trafiking. Tidak jarang anak-anak ini menjadi sasaran para trafficker yang mengiming-imingi gaji yang besar, ujar Ria, INSTITUT PEREMPUAN.

Selain memberikan pertanyaan mengenai pelajaran sekolah, ada juga pertanyaan yang berkaitan dengan trafiking. “Saya jadi tahu apa itu trafiking, di kelas kan nggak diajarin tentang trafiking,” kata Ginar, salah seorang peserta. Sementara itu, untuk lomba baca puisi ibu-ibu, puisi yang dibacakan bertemakan mengenai dunia yang lebih baik bagi anak-anak. Lomba Cerdas Cermat tersebut dimenangkan oleh SD Negeri Sidamulya I, sementara itu untuk lomba baca puisi dimenangkan oleh ibu Misti. Acara tersebut yang dihadiri oleh anak-anak, guru dan orang tua murid juga menjadi sarana sosialisasi mengenai trafiking, serta pentingnya perlindungan terhadap anak.

Adalah hak anak untuk mendapatkan perlindungan dan dapat tumbuh berkembang dalam kondisi yang nyaman, termasuk didalamnya adalah terhindar dari bahaya trafiking. Factor kemiskinan yang seringkali memaksa anak menjadi pekerja anak, tentu saja akan menjadikan anak-anak tersebut rentan akan trafiking. Adalah tanggungjawab orang dewasa untuk memastikan dunia yang aman bagi anak-anak, termasuk dari bahaya trafiking.(*)

 

 

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Pembentukkan KOMPAK (Komisi Anti Perdagangan Perempuan dan Anak Kertawirama)
Kasus Perdagangan Perempuan dan Anak Terabaikan

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!