“Pentingnya Pendidikan Komunitas dalam Pencegahan dan Penanganan Trafiking”


“Pentingnya Pendidikan Komunitas dalam Pencegahan dan Penanganan Trafiking”
Oleh : Ria Permana Sari

INSTITUT PEREMPUAN-Bandung: Bertempat di Hotel Yehezkiel Lembang, pada tanggal 2 – 5 Mei 2007, INSTITUT PEREMPUAN mengadakan Pelatihan untuk Pelatih/ Training of Trainer (ToT) “Pencegahan dan Penanganan Trafiking”. Pelatihan tersebut diikuti oleh 20 orang aktivis komunitas dari 4 daerah, yaitu Subang, Indramayu, Cirebon, dan Kuningan yang tergabung dalam 5 organisasi lokal, yaitu: Format Subang (Forum Masyarakat Anti Trafiking), Geppekan Yu (Gerakan Peduli Perempuan dan Anak Indramayu), FWBMI (Forum Warga Buruh Migran Indonesia), Pakubumi (Paguyuban Keluarga Buruh Migran Indonesia), dan PWPBM (Paguyuban Wanita Peduli Buruh Migran).  Fasilitator pelatihan ini adalah  R. Valentina (INSTITUT PEREMPUAN) dan Emmy LS (Indonesia Act).

Pelatihan tersebut bertujuan untuk memberikan ketrampilan kepada aktivis di tingkat komunitas agar bisa memfasilitasi pendidikan di komunitasnya. Pelatihan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas peserta agar bisa menjadi fasilitator yang baik, sehingga dalam pelatihan tersebut, peserta melakukan praktek memfasilitasi pendidikan di komunitas.  Sebelumnya peserta mendapatkan bekal mengenai pendidikan orang dewasa serta teknik memfasilitasi. Emmy menjelaskan bahwa peran fasilitator adalah sebagai komandan sekaligus pelayan bagi peserta, oleh karenanya sebagai fasilitator diperlukan beberapa syarat, ketrampilan, dan hal-hal lain yang harus disiapkan sebagai fasilitator. Sementara itu, R. Valentina menjelaskan bahwa esensi dari pendidikan adalah pembebasan, dan makna pendidikan kritis perempuan adalah melihat perempuan sebagai subjek yang utuh. Oleh karenanya pendidikan yang dilakukan adalah pendidikan dengan perspektif gender, sehingga proses pendidikan memberikan keadilan bagi semua pihak, terutama untuk perempuan dan anak sebagai kelompok yang rentan akan trafiking.

Berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanganan trafiking, pendidikan komunitas memegang peran yang penting. Melalui kegiatan ini, informasi mengenai trafiking dapat meluas, sehingga usaha pencegahan dan penanganan trafiking yang dilakukan akan semakin efektif. Penyelenggaraan pendidikan komunitas ini harus melihat konteks lokal dari daerah tersebut serta memanfaatkan potensi lokal di daerah tersebut.

Praktek memfasilitasi yang dilakukan oleh peserta terbagi dalam 8 kelompok, di mana masing-masing kelompok memfasilitasi pendidikan komunitas untuk pencegahan dan penanganan trafiking, misalnya apa itu trafiking, mengapa trafiking dan eksploitasi buruh migran terjadi, praktek konseling berperspektif gender, dan  menyusun kronologis kasus. Secara bergantian peserta berperan sebagai fasilitator dan peserta, serta saling memberikan komentar apa yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki dalam proses menjadi fasilitator.

Dari pelatihan tersebut dihasilkan rencana tindak lanjut peserta untuk melakukan sosialisasi mengenai trafiking dan juga UU PTPPO (Undang Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang). Kegiatan sosialisasi ini tentu saja tidak lepas dari kegiatan pendidikan di masyarakat. Lebih jauh lagi, upaya pendidikan komunitas akan menjadikan masyarakat terinformasi dengan baik dan berkontribusi positif dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Takut Dianggap Mencampuri Urusan Rumah Tangga, Masyarakat Membiarkan Kekerasan Terjadi.
Diskriminasi Perempuan Masih Tetap Ada

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

trafficking memang wajib hukumnya untuk dihapuskan dan dibahas lebih lanjut karena trafficking momok dari segala kejahatan trans nasional yang terjadi di dunia. diharapkan banyak pihak yang peduli terhadap trafficking dengan melakukan sosialisasi ke pelosok2 atau dikeluarkannya buku tentang trafficking yang dapat dijadikan referensi bacaan untuk tambah ilmu pengetahuan.

thanks a lot yach institut perempuan usahamu akan mencapai hasil yang baik