Launching Buku “Memberantas Trafiking Perempuan dan Anak” dan Sosialisasi UU PTPPO


Launching Buku “Memberantas Trafiking Perempuan dan Anak”  dan Sosialisasi UU PTPPO
Oleh Ria Permana Sari

INSTITUT PEREMPUAN-Bandung: Kamis, 26 April 2007 bertempat di ruang Audiovisual FISIP Universitas Parahyangan berlangsung acara diskusi dan launching buku “Memberantas Trafiking Perempuan dan Anak” serta sosialisasi Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO). Acara yang diselenggarakan oleh INSTITUT PEREMPUAN bekerjasama dengan LBH “Pengayoman” Universitas Parahyangan dan JAGAT JABAR (Jaringan Anti Trafiking Jawa Barat) tersebut menghadirkan Ellin Rozana (Direktur INSTITUT PEREMPUAN), salah satu penulis buku dan Agustinus Pohan (Dosen Universitas Parahyangan Bandung) serta moderator acara tersebut adalah Zaky Yamani (wartawan Pikiran Rakyat).

Buku “Memberantas Trafiking Perempuan dan Anak” yang ditulis oleh R. Valentina Sagala dan Ellin Rozana tersebut merupakan hasil penelitian advokasi feminis mengenai trafiking di Jawa Barat, dengan mengambil sample penelitian di daerah Cirebon, Indramayu dan Bandung. Dalam pemaparannya, Ellin Rozana menyatakan, berdasarkan temuan penelitian, trafiking tidak disebabkan oleh penyebab tunggal, tetapi disebabkan pula oleh faktor-faktor lain yang saling kait mengait, yaitu ideologi patriarki yang mengakar di masyarakat dan negara, menguatnya globalisasi dan neoliberalisme, feminisasi kemiskinan dan migrasi, serta minimnya pendidikan perempuan dan anak perempuan.

Dalam buku ini dipaparkan tentang bentuk dan konsep perlindungan hukum untuk pemberantasan trafiking perempuan dan anak, yaitu adanya sistem hukum yang menempatkan perempuan dan anak sebagai subjek hukum yang utuh, termasuk dengan adanya peraturan perundang-undangan yang secara spesifik mengatur penghapusan trafiking perempuan dan anak, dengan menekankan pendekatan hukum, pemulihan korban, dan terpenuhinya hak-hak korban.

Berkaitan dengan upaya advokasi perdagangan orang, terutama perempuan dan anak, INSTITUT PEREMPUAN secara aktif tergabung dalam JKP3 (Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan) serta Indonesia Act (Indonesia Against Child Trafficking). Keberhasilan dari usaha advokasi ini adalah disahkannya UU PTPPO pada tanggal 20 Maret 2007. Pun demikian, Ellin Rozana menyatakan bahwa UU tersebut masih banyak kekurangan, seperti kurang mengakomodir masalah trafiking anak.

Hal serupa dinyatakan oleh praktisi dan pemerhati hukum, Agustinus Pohan, bahwa UU PTPPO masih banyak kekurangan. Meski di satu sisi UU ini telah memiliki beberapa terobosan, seperti adanya restitusi (ganti rugi), dan tidak menghadirkan anak dalam proses peradilan. Agustinus Pohan menilai UU ini terlalu ‘keras’ dan bila diterapkan secara kaku, atau penegak hukum tidak mengerti benar tentang masalah trafiking bisa menjadi bumerang. Selain itu UU ini hanya mengatur masalah pidana, padahal berkaitan dengan masalah pemberantasan trafiking tidak hanya melulu berkaitan dengan masalah pidana, namun juga pencegahan dan pemulihan terhadap korban.

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Pergantian Kepengurusan Jagat Jabar
Ketika Anak-anak Bicara Tentang Trafiking

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!