Diskusi Komunitas Melek Keuangan bagi Perempuan Mantan Buruh Migran di Desa


INSTITUT PEREMPUAN - menyadari pentingnya pemberdayaan perempuan untuk melakukan upaya-upaya pendidikan alternatif bagi perempuan pedesaan, dalam hal ini adalah pemberdayaan ekonomi. Mengenai pentingnya melek keuangan (financial literacy) bagi perempuan di pedesaan, terutama perempuan mantan buruh migran agar mereka lebih kritis, trampil, dan bijak dalam mengelola keuangan, termasuk dalam rumah tangga.

 

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2018 di Desa Serang Wetan kabupaten Cirebon. Diskusi ini dihadiri oleh 10 peserta perempuan pedesaan yang berasal dari mantan buruh migran yang mempunyai keahlian masing seperti membuat keripik, berjualan online, pedagang beras, jualan keliling, jualan makan khas Cirebon dan warung wifi.

 

Institut Perempuan berharap melalui kegiatan ini, para perempuan mantan buruh migran memahami dan lebih bersemangat dalam mencatat setiap pendapatan dan pengeluaran keuangan. Sehingga setiap bulannya mereka mengetahui apakah pendapatan mereka lebih besar dari pengeluaran atau sebaliknya. Mereka juga sadar menabung serta meminimalisir hutang. Demikian juga halnya dengan membuat perencanaan keuangan yang matang.    

 

Diskusi komunitas ini pertama-tama dibuka oleh Pak Castra selaku panitia dari diskusi komunitas dan selanjutnya oleh Ibu Sri Agustini selaku fasilitator/narasumber. Sesi materi yang di berikan meliputi : Perkenalan, Permainan Timbangan, Tanya Jawab dan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Sesi pertama adalah sesi perkenalan dengan menyebutkan nama dan menjadi buruh migran dari  negara mana, selanjutnya sesi Permainan Timbangan diperagakan oleh salah satu peserta yaitu Ibu Siti Hadijah.   

 

Peserta sangat aktif mengikuti seluruh proses, baik dalam melakukan permainan, maupun tanya jawab dan diskusi Salah seorang peserta, Ibu Ernawati misalnya bertanya, “Bagaimana kita mencari pinjaman tanpa kita perlu membayar alias gratis?. Pertanyaan lain dia ajukan oleh ibu Siti Hadijah “ Bagaimana cara menyimpan uang yang aman tanpa sering  di ambil, karena kalau di simpan di rumah kalau tidak punya uang bisa di korek-korek (di ambil)”

 

Dalam sesi RTL setiap peserta membuat perencanaan mencatat  pendapatan dan pengeluaran setiap bulannya.Peserta berlatih agar trampil mencatat pendapatan dan pengeluaran serta mempunyai perencanaan keuangan yang lebih baik. Dalam perencanaan ini peserta dapat memilah pengeluaran yang tidak perlu dan selebihnya bisa menabung untuk kebutuhan mendadak seperti keperluan berobat jika sakit, kebutuhan anak sekolah serta persiapan jaminan hari tua.

 

Kegiatan ini ditutup dengan  ramah tamah. Harapan setelah pelatihan ini adalah semua peserta bisa lebih melek dalam mengelola keuangan.


Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!