Rayakan Hari HAM Sedunia, INSTITUT PEREMPUAN dan komunitas perempuan Dago Pojok diskusikan Jaminan Kesehatan


Bandung: Pada Rabu 10 Desember 2014, dalam rangka 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Hari HAM Sedunia, INSTITUT PEREMPUAN mengadakan diskusi komunitas dengan ibu-ibu komunitas Dago Pojok mengenai program BPJS Kesehatan. Sri Agustini menjadi fasilitator dalam diskusi ini. Agenda diskusi ini antara lain pembahasan  mengenai Program BPJS. Para peserta sangat antusias dengan diskusi ini, mereka dengan seksama memperhatikan dan mendengarkan apa yang fasilitator jelaskan kepada mereka.

Dalam diskusi ini, peserta mendiskusikan tentang iuran yang akan di bayar untuk peserta BPJS Kesehatan perorangan misalnya untuk mendapat fasilitas kelas I dikenai iuran Rp. 59.500 per orang per bulan, untuk mendapat fasilitas kelas II dikenai iuran Rp. 42.500 per orang per bulan, untuk mendapat fasilitas kelas III dikenai iuran Rp 25.500 per orang per bulan. Namun untuk rakyat miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) dibayarkan preminya oleh pemerintah dan mendapatkan layanan kesehatan kelas III. BPJS gratis bagi orang miskin dengan syarat penghasilan dibawah Rp. 1.000.000, tidak punya rumah (ngontrak), mempunyai anak lebih dari 3 (tiga). Ketika membahas program BPJS Kesehatan mereka mengatakan jika mereka belum mendaftarkan dirinya dalam program BPJS karena masih menggunakan Jamkesmas ataupun Askes, namun ada juga peserta diskusi yang belum sama sekali mendaftarkan dirinya dalam program apapun. Meskipun begitu para peserta diskusi sedikitnya mengetahui apa itu BPJS Kesehatan. Peserta diskusi mengatakan jika ada saja masyarakat yang sudah menggunakan BPJS ketika sakit namun setelah mereka sembuh mereka tidak lagi membayar iuran yang seharusnya mereka bayar sehingga itu akan merugikan.

Dalam diskusi ini, juga ditekankan bahwa adalah tanggungjawab Negara menyediakan layanan kesehatan yang dapat dijangkau oleh rakyat. Dalam diskusi ini, ada kritik terhadap kebijakan yang disusun oleh BPJS mengenai prasyarat mempunyai rekening Bank. Padahal, masih banyak kalangan masyarakat, khususnya perempuan yang belum mempunyai rekening Bank.  Hal ini berarti menghalangi hak pemenuhan kesehatan bagi sebagian kalangan rakyat.

Dalam diskusi ini beberapa ibu-ibu komunitas Dago Pojok mengeluhkan tentang belum tersosialisasinya program BPJS Kesehatan di tempat tinggal mereka, sehingga banyak yang belum mendaftarkan dirinya di program BPJS. Di akhir acara, para peserta sepakat untuk melakukan pertemuan minggu depan dengan agenda membuat sebuah kerajinan, dan selanjutnya akan mencari informasi ke Ketua RT setempat untuk mengajukan permohonan agar bisa mendaftarkan dirinya sebagai peserta BPJS gratis bagi mereka yang kurang mampu. 

 

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Siapakah Aku?
Muda

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!