Surat Dukungan INSTITUT PEREMPUAN terkait Pembatalan Perda Kota Tasikmalaya Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pembangunan Tata Nilai Kehidupan Kemasyarakatan yang Berlandaskan pada Ajaran Agama Islam dan Norma-norma Sosial Masyarakat Kota Tasikmalaya


No       : 17/Eks/8/VIII/IP/Bdg/2014                                          Bandung, 5 Agustus 2014

Lamp  : 1 berkas

Hal      : Dukungan terkait Pembatalan Perda Kota Tasikmalaya Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pembangunan Tata Nilai Kehidupan Kemasyarakatan yang Berlandaskan pada Ajaran Agama Islam dan Norma-norma Sosial Masyarakat Kota Tasikmalaya

 

 

Kepada Yth.

Bapak Gamawan Fauzi, S.H., M.H.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia

Di Jakarta

 

 

Dengan hormat,

Perkenankanlah kami memperkenalkan diri. Yayasan INSTITUT PEREMPUAN, berdiri sejak 1998, berbasis di Bandung, adalah oganisasi yang peduli terhadap persoalan perempuan dan anak. Yayasan INSTITUT PEREMPUAN aktif melakukan advokasi kebijakan dan pemberdayaan perempuan.

Saat ini, marak diberlakukannya kebijakan daerah yang diskriminatif terhadap perempuan. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan mencatat 342 Perda diskriminatif terhadap perempuan hingga Agustus 2013. Salah satunya adalah Perda Kota Tasikmalaya Nomor 12 tahun 2009 tentang Pembangunan Tata Nilai Kehidupan Kemasyarakatan yang Berlandaskan pada Ajaran Agama Islam dan Norma-norma Sosial Masyarakat Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah memiliki wewenang dalam pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah, dimana salah satunya adalah pengawasan terhadap Perda dan peraturan kepala daerah (Pasal 218). Perda yang bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang -undangan yang lebih tinggi dapat dibatalkan Pemerintah (Pasal 145 ayat (2) UU Pemerintahan Daerah).

Hasil kajian kami terhadap Perda Kota Tasikmalaya Nomor 12 Tahun 2009 menunjukkan bahwa Perda tersebut bertentangan dengan kepentingan umum dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Oleh karenanya INSTITUT PEREMPUAN mendukung agar Pemerintah membatalkan Perda Kota Tasikmalaya No 12 Tahun 2009 tentang Pembangunan Tata Nilai Kehidupan Kemasyarakatan yang Berlandaskan pada Ajaran Agama Islam dan Norma-norma Sosial Masyarakat Kota Tasikmalaya karena bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Adapun pada Agustus 2013 kami telah mengirimkan surat bernomor 16/Eks/08/VIII/IP-Bdg/2013 tentang masukan untuk Pembatalan Perda Kota Tasikmalaya Nomor 12 Tahun 2009. Namun, berdasarkan sejumlah media yang memberitakan bahwa Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Kota Tasikmalaya tengah menjalani proses revisi dari Perda Kota Tasikmalaya Nomor 12 Tahun 2009, kami memandang perlu untuk menyampaikan masukan kami kembali. Mengingat Perda ini turut berdampak kepada perempuan, melalui surat ini, kami memohon agar Kementerian Dalam Negeri melibatkan masyarakat sipil, khususnya organisasi perempuan, dalam pendapat terkait Perda tersebut.

Berikut kami lampirkan kajian kami terhadap Perda Kota Tasikmalaya No 12 Tahun 2009 tentang Pembangunan Tata Nilai Kehidupan Kemasyarakatan yang Berlandaskan pada Ajaran Agama Islam dan Norma-norma Sosial Masyarakat Kota Tasikmalaya.

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih.

 

 

Demi Keadilan, Kesetaraan, dan Kemanusiaan,

INSTITUT PEREMPUAN

Ellin Rozana

Direktur Eksekutif

 

 

Tembusan:

  1. Menteri Hukum dan HAM
  2. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
  3. Ketua KOMNAS HAM
  4. Ketua KOMNAS PEREMPUAN
  5. Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri
  6. Arsip

 

 

Lampiran Kajian atas Perda Kota Tasikmalaya No 12 Tahun 2009, link:

http://www.institut-perempuan.blogspot.com/2013/09/mendorong-pemerintah-melakukan.html

 

 

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Anugerah
Konsisten

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!