Focus Group Discussion (FGD) 30 Maret 2014: “PRT Migran Harapkan Informasi tentang Prosedur Bermigrasi yang Aman”


Ada pepatah yang mengatakan “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”. Yang artinya di suatu tempat atau daerah, tentu beragam adat istiadat, kebudayaan serta pola hidup masyarakatnya. Hal ini menggambarkan perbedaan antara Indonesia dengan Malaysia. Banyak orang yang mengatakan bahwa Indonesia dan Malaysia merupakan satu rumpun bangsa melayu. banyak kesamaan antara keduanya, namun banyak juga perbedaannya.

Hal ini tidak menjadi sebuah tolak ukur bahwa Malaysia menjadi rumah kedua yang nyaman bagi migrasi TKI. Malaysia menyimpan magnet yang cukup besar dalam perkembangan migrasi TKI. Negara yang berbatasan dengan pulau Kalimantan dan Sumatera ini banyak menjadi tujuan bagi sebagian TKI untuk mencari penghidupan. Proses migrasi TKI ke negara Malaysia ini menuai permasalahan dan dampak yang signifikan dalam bidang sosial, politik dan hukum.

Banyaknya kasus yang menimpah buruh migran Indonesia di Malaysia disebabkan oleh minimnya informasi dan ketrampilan yang dimiliki oleh para TKI. Kendala yang lain adalah pelayanan administrasi di negara Indonesia yang masih lamban, berbelit-belit, mahal serta memakan waktu yang lama, membuat calon tenaga kerja Indonesia memilih jalur non prosedural dalam bermigrasi ke Malaysia. Pekerja rumah tangga (PRT) di negara Malaysia tidak ada hari libur dimana hari Sabtu dan Minggu tetap bekerja.

Melihat begitu kompleksnya permasalahan migrasi di malaysia, Institut Perempuan sebagai sebuah organisasi masyarakat yang bergerak dalam isu-isu perempuan dan anak, memfasilitasi sebuah Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang beberapa mantan buruh migran perempuan yang pernah bekerja di Malaysia untuk mendiskusikan seputar masalah migrasi di Malaysia pada tanggal 30 Maret 2014 di Desa Balongan Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu. FGD ini bertujuan untuk menampung pengalaman-pengalaman dari mantan buruh migran yang pernah bekerja di Malaysia, yang nantinya akan dikemas dan diperuntukan sebagai informasi untuk para calon buruh migran dan keluarganya dan dapat meminimalisir kasus-kasus yang menimpah kepada para TKI.

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
BUY BOOKS FOR CHARITY
Ketika Perempuan Pedesaan Belajar Membaca dan Menulis..

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!