Peringatan Hari Perempuan Sedunia 8 Maret 2013, Desa Kanci Kulon, Cirebon: “Semangat Perjuangan itu Masih Tetap Ada”


Hari Perempuan Sedunia tidak hanya dirayakan oleh perempuan urban. Perempuan pedesaan pun tidak kalah antusias merayakan Hari Perempuan Sedunia. Pada 10 Maret 2013, bertempat di Blok Karang Pojok, Desa Kanci Kulon, Cirebon, Koperasi Perempuan “Annisa” mengadakan Diskusi Bulanan untuk menyambut Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada 8 Maret 2013.

Acara diawali dengan perkenalan sejarah lahirnya Hari Perempuan Sedunia. Diskusi bulanan yang dipandu Lispianah dilanjutkan dengan mengajak peserta, yang terdiri dari kalangan ibu-ibu pedesaan, untuk menceritakan kisah tentang diri mereka, kegiatan dan juga persoalan-persoalan yang mereka rasakan melalui tulisan pada selembar kertas. Peserta kemudian dipersilakan membacakannya satu per satu.

“Kadang-kadang saya mikir kenapa harga-harga kebutuhan ekonomi pada mahal. Anak saya banyak. Kadang juga pusing mikirin bayar biaya sekolah dan beli LKS”, cerita ibu Nizma. “Saya janda, punya anak lima orang. Bapak tua (bapak) masih ada. Ibu sudah meninggal dan mertua juga sudah meninggal. Anak-anak belajar di panti. Satu anak masih kecil berusia 7 tahun, belum bisa ngomong dan saya inginnya dia bisa sekolah” tutur Ibu Saniah.

Dari hasil tulisan dan berbagi cerita inilah, dapat disimpulkan bahwa persoalan-persoalan yang dihadapi perempuan pedesaan adalah mengenai naiknya harga barang kebutuhan pokok, biaya pendidikan seperti buku dan LKS yang harus dikeluarkan, kebersihan lingkungan, adanya anak yang berkebutuhan khusus di lingkungan mereka, dll.

Lispi menambahkan bahwa Hari Perempuan Sedunia yang diperingati setiap 8 Maret merupakan sejarah kisah perjuangan yang tak lepas dari keterlibatan perempuan yang berjuang berabad-abad lamanya untuk menuntut hak-haknya. Lahirnya Hari Perempuan Sedunia sebagai hasil dari konsistensi gerakan perempuan di berbagai penjuru dunia dalam menyuarakan persoalan-persoalan perempuan pada jaman itu.

“Peringatan Hari Perempuan ini juga menjadi penting karena dalam beberapa hari belakangan ini kita masih saja mendengar berita memprihatinkan tentang kekerasan terhadap perempuan yang terjadi, seperti kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang wakil kepala sekolah terhadap murid perempuannya di salah satu sekolah di Jakarta, kasus mutilasi yang dilakukan oleh suami kepada istrinya yang kemudian dibuang di jalan tol, dan masih banyak lagi kasus-kasus lainnya”, lanjutnya.

Acara yang dilangsungkan sederhana tidak mengurangi semangat para anggota Koperasi Perempuan dalam menghayati dan melibatkan diri dalam gerakan perempuan. Koperasi Annisa berharap dengan perayaan Hari Perempuan Sedunia ini dapat menambah rasa percaya diri para anggota Koperasi bahwa perempuan mampu berbuat, mengorganisir massa dan terus menyebarkan semangat perjuangan agar sistem sosial, ekonomi dan politik di Indonesia tetap adil terhadap perempuan (lis).


Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!