In House Training Koperasi Simpan Pinjam, Desa Babakan, Cirebon, 15-16 Juni 2013: Koperasi sebagai Wujud Ekonomi Kerakyatan


INSTITUT PEREMPUAN menyelenggarakan kegiatan In House Training “Koperasi Simpan Pinjam”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 15-16 Juni 2013  bertempat di Sekretariat FWBMI , Jalan Raya Babakan Serang No. 8 / Tanjakan , Desa Serang Wetan, Babakan, Kabupaten Cirebon. Tujuan diadakannya In House Training  ini  untuk membangun pemahaman dan ketrampilan tentang Koperasi Simpan Simpan.

Kemudian dilanjutkan paparan yang disampaikan oleh Sri Agustini (INSTITUT PEREMPUAN). Materi yang dipaparkan meliputi pengertian koperasi, landasan dan maksud serta tujuan, prosedur dan aturan yang berlaku dalam koperasi, kredit macet, teori akuntansi koperasi, praktek hitungan pengerjaan soal koperasi .

In House Training Koperasi Simpan Pinjam ini menghadirkan pula narasumber dari Pra Koperasi Annisa, sebuah koperasi perempuan yang didirikan perempuan pedesaan di Desa Kanci Kulon. Ibu Ani (Koperasi Annisa) berbagi pengalaman perjalanan Koperasi Annisa yang hampir 4 tahun berjalan. Sharing yang disampaikan tentang pengalaman memulai kegiatan koperasi, mulai dari sulitnya mengumpulkan orang karena sulitnya menumbuhkan rasa kepercayaan terkait masalah uang.

Ibu Ani menceritakan pertumbuhnan anggotanya dimana pada tahun pertama anggota hanya berjumlah 11 orang, tahun kedua berjumlah 45 orang, tahun ketiga ada 58 orang, dan tahun keempat anggota ada 90 orang. Mayoritas pekerjaan anggota Pra Koperasi Annisa adalah pedagang kecil dan buruh tani. Sekarang mereka mulai mengerti dan merasakan manfaat koperasi. Setiap bulan pengurus tidak digaji (diniatkan untuk kegiatan sosial), ada pertemuan rutin untuk proses transparansi ke anggota (laporan keuangan) dan pendidikan. Selain itu, saling percaya antar pengurus sangat penting. Ditambahkan oleh Ibu Siti (Sekretaris Pra Koperasi Annisa), perlu ada sikap untuk tidak mencampuradukkan antara persoalan koperasi dengan masalah lain misalnya masalah anak dari para anggota Koperaso yang kadang bertengkar. Selain itu ada kebijaksanaan-kebijaksanan tertentu bagi anggota karena sistem Koperasi yang menekankan asas kekeluargaan.

Beberapa pendapat dan pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. Diantaranya Castra (FWBMI) yang  mempunyai keinginan mengadopsi kegiatan koperasi seperti yang dilakukan oleh Koperasi Annisa. Menurut beliau, bakal koperasi sudah mulai terbentuk tetapi karena jarak tempat tinggal anggota berjauhan, dan uang yang terkumpul juga tidak diolah, sehingga ada keinginan mengembalikan lagi kepada anggota. Beliau juga mengajak aparat desa untuk ikut pelatihan agar lebih semangat apalagi setelah mendengar cerita dari Koperasi Annisa. Peserta lain, Yoyo, bertanya mengenai analisa kredit yang memutuskan peminjaman kepada anggota.

Akhir dari in house training seluruh peserta membuat rencana tindak lanjut dengan mengadakan pertemuaan kembali untuk membahas pembentukan pra koperasi untuk menentukan kepengurusan dan penentuan jumlah simpanan (simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela). Pak Castra menyampaikan niatnya membentuk koperasi tanpa bantuan dana agar ada perbandingan dengan koperasi yang dibentuk karena ada dana bantuan atau hibah serta akan memfasilitasi tempat yaitu di Sekretariat FWBMI.

.


Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!