“Koperasi Perempuan menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri bagi Perempuan Pedesaan”


Pelatihan Koperasi Perempuan, Desa Kanci Kulon, 18 Februari 2012

BANDUNG: Pada 17-18 Februari 2012, INSTITUT PEREMPUAN mengadakan pendampingan terhadap Pra Koperasi Annisa di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Annisa adalah sebuah Pra Koperasi Perempuan yang bergerak dalam kegiatan simpan pinjam di kalangan perempuan pedesaan di Desa Kanci Kulon. Kali ini, pendampingan diadakan untuk memantau persiapan pelaksanaan dan Pelatihan Koperasi yang difasilitasi oleh pengurus dan anggota kelompok tersebut.  

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memberikan kesempatan kepada pengurus yang telah melakukan kegiatan perekonomian masyarakat sebagai lembaga keuangan desa yang keberadaannya sangat membantu anggotanya untuk mengembangkan diri, terutama dalam kegiatan perekonomian masyarakat sekitarnya. Selama hampir 3 tahun lebih, Pra Koperasi Annisa ini berdiri. Walaupun tidak berbadan hukum, Pra Koperasi Annisa telah banyak sekali mengalami perkembangan terutama menyangkut kapasitas pengurus dalam hal perkoperasian simpan pinjam.

Pada H-1, para ibu-ibu yang tergabung dalam jajaran pengurus Pra Koperasi berkumpul untuk menyelesaikan persiapan akhir. Diawali dengan review kegiatan Januari - Februari 2012 serta perkembangan anggota. Lalu, panitia yang juga merupakan pengurus dan anggota Pra Koperasi Annisa melakukan pembagian tugas. Ibu Ani Yuani, Ketua Pra Koperasi Annisa, akan membuka dan menyampaikan materi mengenai teori koperasi. Ibu Mutiara, akrab dipanggil Ibu Mut, akan memberikan materi mengenai pembukuan sederhana koperasi. Ibu Siti bertugas sebagai moderator, sedangkan ibu-ibu anggota lainnya bertugas membantu mempersiapkan konsumsi yang dikoordinir oleh Ibu Samsi, Ibu Ojah dan Ibu Masriah.

Briefing pembuatan bahan presentasi dilakukan oleh Ibu Ani. Ibu Ani telah menyiapkan bahan-bahan tentang teori koperasi, aturan main koperasi serta pertanyaan-pertanyaan sebagai bahan sesi diskusi kelompok. Ibu Mut kemudian memaparkan garis besar materi pembukuan sederhana koperasi yang telah ia siapkan. Kemudian simulasi singkat Pelatihan dilakukan oleh Ibu Siti, Ibu Ani dan Ibu Mut selama kurang lebih 90 menit.

Esok harinya, acara dimulai pada pukul 09.30 WIB. Ibu Siti membuka acara, membaca doa dan dilanjutkan dengan perkenalan diri dari anggota lama dan baru secara bergiliran. Setelah itu penyampaian materi oleh Ibu Ani tentang koperasi dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Ibu Ani sangat fasih dan lancar dalam menyampaikan materinya. Ini dibuktikan dari respon peserta yang aktif bertanya mengenai aturan main koperasi, mulai definisi, manfaat dan yang paling banyak ditanyakan peserta adalah aturan cicilan dan penghitungan. Sesi mengenai pembukuan sederhana dibawakan Ibu Mut yang kemudian membahas simpanan pokok, wajib, sukarela dan pinjaman, serta pencatatan transaksi dan cara penghitungan pinjaman, cicilan dan jasa. Setelah sesi tanya jawab selesai, dimulailah sesi diskusi kelompok untuk mengerjakan contoh soal transaksi keuangan koperasi. Acara berlangsung hingga pukul 16.00.

Dalam mengikuti pelatihan yang disampaikan oleh ibu Ani dan Ibu Mut respon peserta sangat bagus terutama para kelompok ibu-ibu anggota yang selama ini tidak pernah hadir pada pertemuan bulanan Pra Koperasi. Banyak pertanyaan yang ajukan oleh peserta kepada fasilitator.  Melalui pelatihan ini, peserta akhirnya mengetahui pula kegiatan-kegiatan Pra Koperasi Anissa yaitu simpan pinjam, pembayaran listrik kolektifm dan paketan Lebaran.

Melalui pelatihan ini, hampir 75 persen dari total 34 peserta memahami aturan koperasi dan pembukuan sederhana. Semangat pengurus dan anggota Pra Koperasi Annisa yang mau belajar, sikap percaya diri pengurus mampu membuka wawasan perempuan pedesaan di Desa Kanci Kulon ini. “Tentu yang sangat mengesankan adalah kemampuan kerja sama panitia Pelatihan, terdiri dari para anggota dan pengurus pra Koperasi Annisa, sebagai modal kemajuan upaya pemberdayaan ekonomi dan pendidikan kritis bagi perempuan pedesaan di desa itu. Ini tidak terlepas dari kerja-keras teman-teman community organizer  INSTITUT PEREMPUAN dalam mendampingi dan mengorganisir kelompok perempuan di Desa Kanci Kulon”, ujar Ellin Rozana, Direktur Eksekutif Institut Perempuan. Ellin memuji pula inisiatif kuat dari Pra Koperasi Annisa untuk menginisiasi, merencanakan dan menyelenggarakan Pelatihan ini. “Pelatihan ini murni datang dari inisiatif para ibu di Pra Koperasi Annisa. Jadi, dapat dibayangkan tingkat keberdayaan mereka”, lanjutnya.

Proses pendidikan kritis dan pengorganisasian perempuan marjinal terus dilakukan INSTITUT PEREMPUAN. Yang diperlukan adalah konsistensi bergerak. Dengan upaya ini, INSTITUT PEREMPUAN memastikan tumbuhnya benih-benih gerakan perempuan di Indonesia.

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Kemiskinan, Puasa dan Kenaikan Harga Bahan Pokok
Ketika Perempuan Pedesaan Bicara Kenaikan BBM (Bagian 1)

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!