Jangan Terlantarkan Anak


Oleh: Petronela

INSTITUT PEREMPUAN-Bandung: INSTITUT PEREMPUAN bersama kelompok Mawar mengadakan pelajaran membaca dan menulis dalam rangka penghapusan buta aksara perempuan pedesaan. Kegiatan ini sudah dimulai sejak Mei 2008 lalu untuk kelompok perempuan di desa Santing, Indramayu. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu mengurangi jumlah buta aksara yang masih cukup tinggi di desa ini. Bertempat di salah satu rumah penduduk, pertemuan ini dilakukan di sela-sela kesibukan para ibu setiap hari pada pukul 20.00 WIB atau pada pukul 11.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 8 orang. Dalam pertemuan ini, ibu-ibu diajak untuk belajar membaca dan menulis tentang keseharian dan kehidupan mereka baik itu tentang masa muda mereka, kesehatan, keadaan keluarga, bagaimana memperlakukan anak, pekerjaan mereka sehari-hari, dll.

Hentikan Kekerasan Terhadap Anak
Dalam salah satu pertemuan, peserta diajak belajar membaca sebuah buku yang berisikan tentang apa itu anak dan hak anak. Setelah selesai membaca, peserta kemudian diajak berdiskusi untuk mengingat kembali apa yang sudah mereka baca dan melihat bagaimana praktiknya dalm kehidupan mereka. Dalam diskusi ini terungkap ternyata tingkat kekerasan terhadap anak di desa ini masih cukup tinggi dan pendidikan untuk anak masih sering diabaikan. Salah satu peserta bahkan membiarkan saja anaknya tidak melanjutkan pendidikan SD karena anaknya sudah bosan sekolah.

Dalam kegiatan ini, peserta masih malu-malu mengungkapkan pendapat dan perlakuan mereka terhadap anak. Tetapi setelah ditanyakan satu persatu, akhirnya semua bersuara dan diskusi sederhana ini menjadi lebih santai dan terbuka. Ibu Kadminah, salah seorang peserta yang cukup aktif berpendapat bahwa anak adalah anugerah Yang Maha Kuasa yang tidak boleh disia-siakan.

Nela dari INSTITUT PEREMPUAN, menjelaskan bahwa anak berhak untuk belajar, bermain, aman, sehat, sekolah (BBASS) karena itu setiap orang tua berkewajiban memberikan usaha terbaik untuk menyediakan semua yang menjadi hak anak-anak mereka. Kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi para peserta, bukan hanya membantu belajar membaca dan menulis huruf-huruf saja, tetapi peserta juga belajar membaca dan menuliskan kehidupan mereka sebagai seorang perempuan di Indramayu. (**)

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Pemberdayaan Perempuan
Urusan Perempuan Masih Terabaikan, Calon Wali Kota Masih Terjebak Isu Moralitas

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

Reader Comments

Be the first to leave a comment!